Close

Strategi Forex

Pendatang baru di dunia Forex biasanya terkejut dengan adalah begitu banyak strategi yang tersedia dengan nama-nama yang sulit diucapkan. Misalnya strategi Sidus, strategi Trend Lines, strategi Fisher, strategi Moving Average, dan lain sebagainya. Tampak banyak sekali, sehingga kadang tidak dapat diingat sama sekali.

 

Strategi1

 

Setelah beberapa lama bermain, maka lama kelamaan trader akan dapat memahami seluk beluk baik dalam teori dan praktik dan pandai memilih instrumen yang tepat. Jadi jangan tanya “Bagaimana menangkap semua ini?”, tetapi “Sistem mana yang harus saya pilih?”. Pertanyaannya sangat mendasar, dan jawabannya juga sangat tergantung dari psikologi si trader.

Sebagian trader mencari semua strategi sekaligus, tapi ada yang memilih satu saja dan mendalaminya sampai mahir, dan apa pula yang hanya mencari strategi khusus profit besar saja. Seorang trader lebih memilih strategi yang sederhana, cepat dan efektif, tapi ada pula yang sebaliknya, memilih strategi yang rumit yang banyak warna dan indikatornya, dan rela mempelajarinya berlama-lama. Akan panjang kalau diceritakan satu-persatu, tapi semuanya sama, yaitu sama-sama ingin mengetahui lebih dalam dan mendapatkan pilihan yang paling sesuai.

Klasifikasi strategi trading

Berdasarkan jangka waktu:

  • Jangka pendek (strategi harian/Daily Intraday). Pada jenis ini, posisi akan ditutup pada hari itu juga, malah kadang hanya dalam hitungan detik (strategi Scalping).

  • Jangka menengah. Pada jenis ini posisi dibuka sampai beberapa hari atau minggu.

  • Jangka panjang. Posisi dibiarkan berbulan-bulan.

Berdasarkan tingkat risiko:

  • Konservatif (risiko kecil);

  • Moderat;

  • Agresif.

Berdasarkan jenis indikator atau model grafis (pola)

  • Sederhana atau tanpa indikator;

  • Grafis atau pola;

  • Moving Average (MA). Ini termasuk strategi yang paling populer.

  • Japanese candlesticks;

  • Bollinger bands;

  • Fibonacci;

  • Dan indikator lainnya.

Berdasarkan volume trading:

  • Metode Martingale

  • TS yang tidak banyak menggunakan metode.

Berdasarkan metode:

  • Manual;

  • Semi otomatis (menggunakan skrip, kombinasi manual dan otomatis);

  • Autopilot (Expert Advisor – robot trading)

Kita sudah mempelajari klasifikasinya, lantas yang mana yang kita pilih?

Itu semua tergantung siapa yang mau menggunakannya – pemula atau trader berpengalaman? Mari kita anggap keduanya – pemula atau trader dengan pengalaman sedikit bisa melatihnya terlebih dahulu.

Pemula yang hanya hafal teori dan analisa fundamental tapi nol pengalaman, biasanya memilih jangka waktu trading yang menengah atau panjang. Apabila menggunakan jangka pendek maka secara emosional akan sangat mempengaruhi keputusannya. Untuk itu kami menyarankan untuk bertrading secara sabar guna untuk mengurangi risiko pembukaan posisi yang salah atau prematur.

Dengan alasan yang sama, pemula juga disarankan menggunakan metode yang moderat atau bahkan konservatif. Pada tahap awal, juga disarankan menggunakan metode yang sederhana atau yang paling sederhana (misalnya Bollinger bands atau Japanese candlesticks). Dengan mengikuti rekomendasi ini saja sudah cukup bagi Anda untuk memahami dan berkembang di masa depan.

Tidak harus menggunakan metode Martingale, yang menggunakan pola datar, dan tidak mencari peningkatan posisi sama sekali.

Hanya manual trading yang diizinkan, dan paling maksimum adalah semi-otomatis.

Berapa lama kita harus melakukan ini? Sampai pemula berhasil mendapatkan profit yang stabil selama setidaknya 2 bulan atau lebih. Ini satu-satunya cara mencapai hasil yang mengesankan dimasa depan, “menjadi biasa” sampai memiliki kepercayaan yang tinggi. Baru setelah itu Anda boleh mempertimbangkan untuk maju ke tahap selanjutnya.

Tentu saja kami hanya mengambil sudut pandang trader berpengalaman yang memiliki banyak senjata, dan itu terus diperbaharui seperti halnya pasar itu sendiri.

Walaupun begitu, seperti apa sih sebenarnya trader yang berpengalaman itu. Satu hari itu kita bisa bermain 3 macam trading, bisa sendiri-sendiri atau bersamaan, dan termasuk dalam trading jangka pendek. Trader yang memiliki persiapan akan selalu bermain tipis dan cepat. Ini memang paling berisiko, tetapi juga paling menguntungkan.

Oleh karena itu, bila memungkinkan, pilih strategi yang moderat atau agresif.

Kebebasan memilih strategi dalam hal indikator atau pola grafis

Model strategi Martingale atau soft Martingale bisa juga menjadi pilihan. Kombinasi dari trading manual dan semi-otomatis. Penggunaan Expert Advisor juga bisa dilakukan, tapi setelah robot diterapkan dan terbukti setidaknya pada data 2 tahun terakhir, dan setelah cara kerjanya dipahami. Jangan seperti “membeli kucing dalam karung” yang akan menguras modal dan akhirnya Anda sesali.

 

Strategi2

 

Ada banyak strategi bagus sebenarnya, yang banyak dipakai oleh trader yang sukses, atau trader baru yang mengerti kehebatan masing-masing strategi. Strategi yang tidak jelas, misalnya sedikit indikator, biasanya tidak akan banyak dipakai. Strategi ini dikembalikan karena kurangnya indikator, dan pemula biasanya memilih strategi yang mudah, transparan dan sederhana.